Ku sulam pilar rasa menjadi jubah menutup diri
Ku tabur benih di padang ilalang tadus yang tak terjamahi
Tak mengharap tumbuh dan berbunga mewangi
Selayak kasturi
Ku di sini berjibaku mengurai rinduku
Ku tak mungkin berpaling darimu
Ku hanya mampu tepikan rasaku
Walau cemeti angkaramu bergemuru dalam heningmu
Kemarilah sejenak tunaikan rindumu
Basuh perihmu dengan air mataku
Peluk asamu dalam hangatku
Ku balut lukamu dengan kasihku
Pergilah engkau dari tatapku jika itu inginmu
Ku lepas genggamanmu dalam pelukmu
Ku hantar kau dengan senyum terindahku
Usah kau perpaling, tataplah maju
Menuju muara peraduan bertahta rindu
Ini bukan pantas dan tak pantas
Serpihan asa segera di kemas
Semua harus segera bergegas
Menuju lafadz cintaNya di setiap nafas
Waktu terus berlalu,
Tak mau menunggu
Tanpa ada yang mampu menghentikan laju
Janji hatiku padamu Saudaraku
Tak kan ternodai sampai waktu menjemputku
Tak ada guna kita terpaku pada masa lalu
Tak ada guna merajut mimpi-mimpi semu
Mari kita buka lembar baru
Hijrah di peraduan singgahsana Tuhanmu
Hanya Dia yang hendaknya kita Tuju
Oleh Bidadari Senja Mulia pada 07 Desember 2010 jam 16:25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar